Sabtu, 13 Desember 2014
TERIMAKASIH
Kita dengan masing masing syair kita. Siasat padanya sekelumit lamunan senggang. Memahaminya mungkin satu persatu tak cukup waktu. Tak pula beban menuai adanya. Merasanya dari seluk yang terdalam kalbu. Meskipun fana terasalah pasti terpasang mata nyata. Setidaknya dunia hayalnya akui ini. Tak kuasa pada ambisi yang tarik peluh. Pada rasa besar yang lelah lalu terbayar. Terima kasihlah pada ambisi yang menuntun di setapak ini. Kemudian keputusan yang mengombak landai. Denganya yang karang dan bebatuan perlahan lalu. Yang mampu menyentuh sudut asa. Yang sudah menepuk sekelumit masa. Menanganinya dengan pena dan tinta. Berlarilah jauh karena kita berkejaran. Harapan harapan dan doa doa merintik. Perangkai tulus yang bukan bulus. Kesetaraan lilin lilin kecil. Malam yang selalu saja terasa pagi. Depresi pada rangkaian ini. mari saja luangkan tahunan merangkai. Tak ada yang akan pulang dan di pulangkan. Tak ada berbeda dan di bedakan. Mari kita selesaikan, perlahan dan memastikan. Sekelumit semoga yang menjadi tercukupi. Lalu terselubung dalamnya materi pada sikap. Lalu titik titik yang menuntun pada adanya hasil.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar